Kegiatan Tim Pendamping Keluarga Terhadap Calon Pengantin
Deskripsi
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi komprehensif mengenai kesiapan berkeluarga dan perencanaan kehamilan yang sehat guna mencegah lahirnya bayi stunting. Fokus utama pembinaan ini meliputi pemeriksaan kesehatan dasar (seperti cek kadar Hb, lingkar lengan atas, dan berat badan), pemenuhan gizi pra-nikah, serta pemahaman mengenai kesehatan reproduksi agar pasangan calon pengantin memiliki kesiapan fisik dan mental yang matang sebelum memasuki jenjang pernikahan. Kegiatan ini dihadiri oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari Ibu Sub PPKBD (Sub KB), Kader Pos KB, serta para Calon Pengantin yang ada di wilayah setempat. Kehadiran kader lini lapangan ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap calon pengantin di wilayah tersebut telah terdata dan mendapatkan pendampingan yang layak sebelum hari pernikahan tiba. Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta menjadi lebih sadar akan pentingnya kondisi kesehatan ideal bagi seorang calon ibu, terutama dalam mencegah anemia yang berisiko pada kehamilan di masa depan. Peserta kini memahami cara menggunakan aplikasi ELSIMIL (Elektronik Siap Nikah dan Hamil) sebagai alat pantau kesehatan, serta mendapatkan wawasan mengenai komunikasi suami-istri dan perencanaan jumlah anak melalui program Keluarga Berencana (KB). Selain itu, calon pengantin merasa lebih percaya diri dan tenang karena mendapatkan dukungan serta konsultasi langsung dari kader mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan pasca pernikahan terkait urusan administrasi kependudukan dan layanan kesehatan. Kegiatan ini terlaksana dikarenakan usaha yang dilakukan oleh Ibu Sub KB dan Kader Pos KB dalam mengadvokasi/membuat proposal/mengajak pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta berkoordinasi dengan petugas KUA (Kantor Urusan Agama) atau lembaga keagamaan setempat. Para kader secara aktif melakukan penelusuran (tracking) terhadap warga yang akan melangsungkan pernikahan agar tidak ada satu pun pasangan yang terlewat dari pendampingan kesehatan ini. Sehingga dengan bantuan/fasilitasi dari Pemerintah Desa berupa penyediaan ruang konsultasi yang nyaman, dukungan alat pemeriksaan kesehatan sederhana dari Puskesmas, serta fasilitasi koordinasi lintas sektor, kegiatan pendampingan ini dapat terlaksana secara rutin dan terjadwal dengan baik. Kegiatan ini terlaksana dengan antusias peserta cukup baik. Hal ini terlihat dari keterbukaan para calon pengantin dalam berkonsultasi mengenai hasil pemeriksaan kesehatan mereka dan proaktifnya mereka dalam mengunduh serta mengisi data di aplikasi pendampingan. Suasana yang edukatif namun santai membuat para calon pengantin tidak merasa canggung untuk bertanya mengenai hal-hal mendasar seputar kehidupan berkeluarga.